Sabtu, 17 April 2010

Kapolsek Biringbulu

Kapolsek Biringbulu Segera Diperiksa


SUNGGUMINASA (SI) – Kapolsek Biringbulu AKP Sulia segera diperiksa Unit Pam Internal (Paminal) Polresta Gowa.Pemeriksaan itudilakukan terkait kaburnya tiga tahanan secara bersamaan di wilayah kerjanya.
“Kami sudah pernah lakukan pemanggilan sebelumnya.Namun, karena sesuatu hal, yang bersangkutan belum bisa memenuhi panggilan kami,” ungkap Perwira Unit (Panit) Paminal Polresta Gowa Ipda Sulaiman kepada Seputar Indonesiadi Sungguminasa. Meski demikian, Sulaiman menjamin yang bersangkutan segera dipanggil kembali,apabila seluruh personel yang terkait masalah ini sudah dimintai keterangan. “Proses pemeriksaan kan sedang berjalan.

Sudah ada yang diperiksa, sementara masih ada beberapa orang lagi yang akan diperiksa,” tandasnya. Diketahui, ketiga tahanan kabur itu,yaitu Alimuddin,35,Mappi Tompo,30,serta Muchtar,33.Mereka adalah pelaku penganiayaan dengan benda tajam (parang) terhadap H Marang, 40, di Dusun Bangkowa, Desa Baturappe,Kecamatan Biringbulu,Kabupaten Gowa. Akibat pemarangan itu, H Marang mengalami luka robek dan telinga serta jari tangannya nyaris putus.
Ketiga tahanan tersebut kabur padaSelasa(28/7) lalu,ketikakeluarga ketiga pelaku datang menjenguk. Kanitres Polsek Biringbulu Aiptu Firman Catur memerintahkan salah seorang petugas jaga membuka pintu tahanan. Saat petugas lengah,ketiga pelaku langsung melarikan diri hingga bersembunyi di rumah Dg Sita selaku Ketua Forum Massa. Sementara itu, Kapolresta Gowa AKBP Rudi Hananto enggan berkomentar banyak.

“Kita lihat bagaimana hasil penyidikan Paminal nanti, termasuk sanksi apa yang akan dikenakan.Yang jelas, proses akan berjalan sesuai prosedur,” ujarnya diplomatis.

Lakalantas, 2 tewas

Sementara itu,kemarin terjadi kecelakaan lalu lintas (lakalantas) di wilayah hukum Polsek Biringbulu. Dalam peristiwa itu Rohani Dg Kebo, 25, staf Kantor Camat Biringbulu,Kabupaten Gowa, dan Mustafa,warga lingkungan Ciniayo, Kelurahan Lauwa, tewas mengenaskan. Kecelakaan terjadi di Jalan Poros Biringbulu. Keduanya ditemukan warga sekitar pukul 10.00 Wita,dalam kondisi tak bernyawa.

Diduga kedua korban mengendarai sepeda motor bertabrakan dari arah berlawanan. Keduanya tidak bisa tertolong akibat pendarahan yang terjadi. Rohani mengalami pendarahan serius di bagian kepala,telinga,mata, hidung,dan mulut.Sementara Mustafa mengalami pendarahan hebat di bagian kepala dan biji alat vitalnya pecah. Camat Biringbulu Kamsina mengatakan, pihaknya sangat terpukul dengan tewasnya Rohani yang dikenal rajin bekerja itu. Sejak Kamsina dilantik menjadi camat 2006 lalu, Rohani diserahi tugas sebagai Ketua PKK Biringbulu.

“Atas nama pemerintah kecamatan, saya mengucapkan rasa belasungkawa yang sebesar-besarnya. Semoga keluarga yang ditinggalkan Rohani tabah,”ujarnya. (herni amir)

Harga jagung

Harga Jagung Kuning Anjlok, Petani Biringbulu Merugi
GOWA, BKM—Hampir seluruh petani jagung kuning di Desa Tonrorita, Kecamatan Biringbulu berpikir dua kali untuk untuk meningkatkan hasil produksi. Soalnya, mereka mengaku rugi lantaran biaya penanaman hingga pemeliharaan jauh lebih tinggi ketimbang harga jual jagung dari petani ke produsen.
Menjelang panen jagung kuning, petani jagung di wilayah ini gembira lantaran hasil produksinya melimpah. Begitupun dengan kualitas yang dihasilkan. Harapan mereka, harga jual akan tinggi hingga pada kisaran Rp 1.900 per kilogram. Namun kenyataannya, pedagang pengumpul yang akan mendistribusi ke gudang produsen hanya membeli dengan harga Rp 1.000 per kilogram. ‘’Kami sangat kecewa. Yang jelas harga jual dibawah harapan kami. Sangat jauh dibanding biaya tanam hingga pemeliharaan,’’ kata Nurdin, salah seorang petani.
Melihat harga jagung kuning pipil anjlok, Kades Tonrorita, Saharuddin Matta, mengatakan, sejatinya jerih payah petani jagung dengan kualitas produksi bagus dibarengi dengan harga yakni Rp 2.500 per liter atau Rp 3.500 per kilogram.
Standar harga jual dari petani ke pedagang pengumpul harus tinggi dari cosh pengeluaran. Saharuddin menambahkan, di wilayahnya, jumlah penduduk mencapai 1.004 jiwa. 99 persen diantaranya adalah petani. Ada juga PNS tapi tetap memiliki pekerjaan ganda sebagai petani.
Karena harga anjlok, banyak warganya yang meninggalkan desa untuk merantau ke Malaysia. Salah satu penyebabnya karena terjerat utang pasca panen.
''Ironis sekali jika harga jagung hanya seribu rupiah. Seharusnya minimal Rp 2.500 untuk literan dan untuk per kilonya Rp 3.500. Dengan begitu, pembiayaan penanaman hingga panen seimbang. Cuma yang menjadi masalah ada pemotongan harga kadar air 20 hingga 22 persen sehingga harga jagung bisa lebih kurang lagi,’’ ucap Saharuddin Matta sembari berharap Pemkab Gowa dapat mencari solusi terkait masalah tersebut.
Hal senada diungkapkan Kades Taring, H Abdul Azis Situju. Dia mengaku seharusnya Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Gowa menetapkan harga jagung sesuai dengan harga pemerintah. Namun, sampai saat ini, kata Azis Situju, para petani umumnya di Biringbulu belum mengetahui standar resmi harga jagung kuning tersebut.
Kadis Perindag Gowa, H Abd Kahar Atjo yang dikonfirmasi Kamis (8/4) mengatakan, sebenarnya tidak ada harga standar resmi untuk jagung kuning. Namun menurut Kahar Atjo, harga pasaran jagung kuning pada umumnya antara rp 1.700 hingga Rp 1.950 per kilogram. Namun semua itu tergantung dari kadar air saja minimal 18,5 persen kering pipil.

puskesmas tonrotita

Puskesmas Tonrorita Sepi, Warga Berobat ke Jeneponto
Selasa, 10 November 2009 | 04:08 WITA

Sungguminasa, Tribun - Warga Desa Tonrorita, Kecamatan Biringbulu, Gowa, mengeluhkan pelayanan kesehatan di Puskesmas Tonrorita. Sejak kesehatan gratis dicanangkan, pelayanan di puskesmas itu menurun.

Hampir setiap hari di Puskesmas Tonrorita, pelayanan tidak berjalan optimal lantaran hampir setiap hari pula petugas setempat tidak beraktivitas di puskesmas itu. Waraga pun memilih berobat ke puskesmas tetangga di Kabupaten Jeneponto.
Kepala Desa Tonrorita Saharuddin Matta kepada wartawan membenarkan hal tersebut. Menurutnya, kondisi puskesmas di daerahnya sangat mengecewakan masyarakat yang hendak berobat.
Seperti yang dialami seorang sopir bernama Malik yang terluka akibat terkena kunci roda. Malik terpaksa dibawa ke Puskesmas Bontoramba, Kecamatan Tamalatea, Jeneponto, karena saat ke Puskesmas Tonrorita tak ada aktivitas pelayanan. Padahal masih jam kantor.
''Kami atas nama pemerintah desa minta kepada dinas kesehatan agar segera mengganti petugas plus kepala puskesmas yang lebih mampu menjalankan tupoksinya. Kasihan masyarakat yang membutuhkan pelayanan kesehatan malah harus ke kabupaten lain untuk berobat," kata Saharuddin.
Di Jeneponto, jelasnya, memang bukan kesehatan gratis. Tapi kalau kondisinya masyarakat tidak mendapat pelayanan layak. "Biar tidak gratis, asal jiwa masyarakat bisa ditolong," terang Saharuddin.
Kepala Puskesmas Tonrorita yang hendak diklarifikasi tidak berhasil dihubungi wartawan. Terpisah, Kepala Dinas Kesehatan Gowa, dr Herry D Gaffar, yang dihubungi, Senin (9/11), juga belum berkomentar.
Saat dikonfirmasi per telepon, kadis hanya menjawab agenda penting yang harus diikuti, kemarin.(ute)

Rabu, 31 Maret 2010

LIGA CHAMPION

LIGA CHAMPION
Bayern Tempel Ketat Rooney
Selasa, 30 Maret 2010, 20:13:15 WIB
Laporan: Octa Kusuma Nugraha

Jakarta, RMOL. Kubu Bayern Munich dipastikan menjaga ketat pergerakan striker tajam Manchester United, Wayne Rooney pada pertandingan Liga Champions Rabu (31/3) dinihari nanti, di stadion Allianz Arena.

Menurut penyerang sayap Munich, Franck Ribery, saat ini ketergantungan MU pada Rooney sangat besar. Maklum, jika melihat torehan 30 gol yang telah dicetak penyerang timnas Inggris ini.

"Rooney menjadi tumpuan United musim ini. Kami harus menjaganya ketat,"ucap Ribery pada The Sun.

Bahkan, gelandang asal Perancis ini mengaku kagum dan memuji penampilan Rooney sepanjang musim.

"Rooney adalah tipikal pemain yang haus gol, yang memberikan segalanya bagi tim. Dia akan menekel, bertahan, menyerang, mencetak gol. Dia sangat percaya diri," puji Ribery.

Namun, Ribery mencoba sesumbar, bahwa timnya punya kesempatan dan kualitas guna mengalahkan jawara Liga Inggris tersebut.

"Seluruh dunia memprediksi kami kalah, tapi saya pikir kami masih punya kesempatan besar," tambahnya.

Pertemuan dengan MU pun diperkirakan akan menjadi pertandingan terakhir Ribery bersama Munich. Maklum, Ribery diprediksi hengkang musim depan, bila klub Jerman tersebut gagal merebut trofi Liga Champions. Dan, Red Devils termasuk salah satu tim yang telah menyatakan keinginan guna menampung Ribery. [oct]

tugas pkn

Indicator 123(saleh )
Rasa Keadilan Tak Terpenuhi
Contoh kasus
Penyusunan berkas perkara terkait Wakil Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi nonaktif, Bibit Samad Rianto dan Chandra M Hamzah, telah memenuhi syarat legal formalistik. Namun, rasa keadilan masyarakat belum terpenuhi dalam kasus yang sudah digelarperkarakan itu.
Penilaian itu disampaikan Tim Independen Verifikasi Fakta dan Proses Hukum atas Kasus Bibit dan Chandra (Tim Delapan) yang dipimpin anggota Dewan Pertimbangan Presiden (Wantimpres), Adnan Buyung Nasution, Sabtu (7/11) malam di Jakarta. Berkas perkara Bibit dan Chandra sudah digelarperkarakan bersama oleh Polri dan Kejaksaan Agung.
Sebab
Bibit dan Chandra disangka melakukan penyalahgunaan wewenang, pemerasan, dan penyuapan oleh penyidik Polri. Sangkaan itu terkait penerbitan pencegahan (larangan ke luar negeri) terhadap pemilik PT Masaro Radiocom, Anggoro Widjojo, serta penerbitan dan pencabutan pencegahan terhadap Direktur PT Era Giat Prima Djoko S Tjandra. Pemerasan dan penyuapan juga terkait kasus Anggoro, yakni dugaan korupsi proyek Sistem Komunikasi Radio Terpadu di Departemen Kehutanan. Anggoro adalah tersangka dalam kasus di Departemen Kehutanan itu dan menjadi buronan KPK.
Akibat
, Tim Delapan menyatakan, penyusunan berkas perkara penyangkaan dan penahanan dua pimpinan KPK nonaktif itu, yang dilakukan penyidik Polri, masih harus diperbaiki lebih dalam. Banyak pertanyaan besar dan fundamental dalam kasus itu yang belum terjawab. Kini berkas perkara Chandra dan Bibit berada di Kejaksaan Agung.
Penilaian itu dipaparkan anggota Tim Delapan, Anies Baswedan, seusai gelar perkara kasus Bibit dan Chandra di Gedung Wantimpres, Jakarta, Sabtu malam. Dalam gelar perkara itu, hadir tim Kejagung yang dipimpin Direktur Penuntutan pada Tindak Pidana Khusus Kejagung Fietra Sani dan tim Polri yang dipimpin Direktur III Tindak Pidana Korupsi Badan Reserse Kriminal Polri Brigadir Jenderal (Pol) Yovianes Mahar
Solusi

Permasalahan ini sangat rumit karma secara tidak langsung melibatkan Dua instansi besar di negeri ini,kpk dan polri itulah julukan untuk buaya dan cicak,Menurutkamiuntukmenyelsaikan masalah besar seperti ini kita haus mengembalikan fungsi hukum yang sesungguhnya dimana hokum dalah panglima tertinggi.jaga harus di butuhkan kejujuran dari semua pihak itu yang menurut kami paling sentral.



INDIKATOR 7.8
Contoh kasus
Sekitar 300.000 pelaku usaha mikro di Provinsi Banten hingga saat ini masih terjerat rentenir dalam hal permodalan. nkan.
Jumlah pengusaha mikro yang masih meminjam uang ke rentenir sebetulnya turun sekitar 5 persen dibandingkan dengan tahun sebelumnya. Di Banten, ada lebih dari 800.000 usaha mikro, kecil, dan menengah, dan sekitar 500.000 di antaranya termasuk golongan usaha mikro. Jumlah 300.000 pelaku usaha mikro yang terjerat rentenir itu merupakan jumlah yang besar.
�Meski turun, kami bertekad agar pelaku usaha mikro bisa terbebas dari praktik pinjam uang dari rentenir meski memang ini sulit,� kata Kepala Dinas Koperasi, Usaha Mikro, Kecil dan Menengah Provinsi Banten Muhamad Basri di Serang, Jumat (9/10).
Menurut Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan Provinsi Banten Hudaya, sulitnya membebaskan pelaku usaha mikro dari jeratan rentenir ini disebabkan masih adanya persoalan yang dihadapi pelaku usaha mikro dalam mengakses kredit dari lembaga keuangan. Ketika meminjam ke bank, pelaku usaha mikro sering terbentur masalah agunan dan persyaratan teknis lainnya yang kerap tidak mudah dipenuhi.
sebab
Hal itu terjadi karena mereka kesulitan mengakses pinjaman dari lembaga keuangan, terutama perbankan.sementara mereka sangat membutuhkan modal secepatnya
Untuk menbangun usahanya.sehingga pelaku usaha mikro terpaksa memilih meminjam uang kepada rentenir yang dalam waktu singkat—kurang dari satu hari—bisa langsung mengucurkan pinjaman tanpa persyaratan yang berbelit-belit. Kemudahan seperti itu tidak bisa dilakukan perbankan karena harus melalui prosedur birokrasi administrasi.

Akibat
para pedagang Datang minta bantuan kepada rentenir kemudian menjadi pilihan ketimbang datang ke lembaga keuangan yang prosesnya membutuhkan waktu, syarat agunan, dan proses administrasi lainnya. Walaupun pada akhirnya pelaku usaha mikro itu harus membayar lebih karena pinjam ke rentenir,� kata Hudaya.
Meskipun meminjam modal kepada rentenir bisa cepat dan mudah, kata Hudaya, pelaku usaha mikro pada akhirnya harus membayar lebih banyak ketika mengembalikan pin pinjam
Solusi
Terkait dengan hal itumenurut kami, koperasi harus mempermudah penyaluran pinjaman untuk mencegah anggotanya terjerat rentenir. Di sisi lain, masih banyak koperasi di �Akibat tiga persoalan klasik tersebut, dari sekitar 5.000 unit koperasi yang tersebar di selain berusaha meningkatkan kemampuan manajemen dan sumber daya manusia pengelola koperasi, semisal melalui pelatihan, pihaknya juga mendorong agar kalangan perbankan memiliki kebijakan yang dapat mempermudah penyaluran kredit untuk membantu perekonomian rakyat. Hal itu dilakukan agar pelaku usaha mikro tidak terjerat praktik pinjam uang kepada rentenir.
Kita juga harus menyosialisasikan kepada warga supaya jangan pinjam kepada rentenir. Di samping itu, beberapa kali juga sering dilakukan peluncuran permodalan, seperti lewat pegadaian, koperasi, dan juga dana bergulir. Apabila rentenir hilang, daya beli masyarakat tentu akan meningkat,.

INDIKATOR 9,10
CONTOH KASUS
Kemiskinan dan Kualitas Kelembagaan
kemiskinan sudah sangat mengerikan bukan saja dilihat dari segi angka. Realitas keseharian kita telah menjadi saksi betapa implikasi dari tingkat kemiskinan yang tinggi sudah sangat mengkhawatirkan kita semua. Kemiskinan yang merajalela sangat terkait dengan kualitas kelembagaan ekonomi kita sehingga untuk mengatasi kemiskinan tidak bisa sekadar memberi subsidi. Kualitas kelembagaan itu sendiri harus diperbaiki.,1 persen di tahun 2005, masih tersisa tak kurang dari 8,9 persen angka pengangguran.


SEBAB

Penyebabnya adalah rendahnya kualitas institusi ekonomi kita
Tanpa perbaikan kualitas institusi ekonomi, mustahil kemiskinan bisa ditanggulangi. Untuk menciptakan pertumbuhan ekonomi yang tinggi pemberantasan korupsi harus digalakkan. Sebagaimana dikatakan Jeffrey D Sachs, kemiskinan yang dahsyat bisa kita atasi dalam generasi kita, asal ditangani dengan cara tidak biasa. Soal korupsi, jangan berdalih untuk menghilangkankannya dibutuhkan beberapa generasi. Korupsi bisa diberantas di generasi kita asalkan menggunakan metode nonkonservatif (heterodox).

AKIBAT
. Kemiskinan yang merajalela dan penganguan yang semakin bertambah walaupun sebenarnya
pengangguran sama sekali tidak mereprentasikan kemiskinan. Jika pengangguran didefinisikan sebagai orang yang tidak mampu memiliki pekerjaan secara formal, banyak orang yang bahkan tidak bisa masuk dalam kategori penganggur karena hidupnya berada di sektor informal. Di tahun 2005 diperkirakan jumlah penduduk yang taraf hidupnya di bawah garis kemiskinan, menurut ukuran Bank Dunia (2 dollar AS/hari), masih sebesar 49,5 persen.

SOLUSI
Dalam rumus ekonomi, satu-satunya cara menanggulangi pengangguran (dan kemiskinan) adalah dengan menaikkan pertumbuhan ekonomi. Padahal, anggaran pemerintah (APBN) sudah tidak mampu lagi mendorong pertumbuhan ekonomi. Sementara sektor swasta masih belum bergerak maksimal. Usaha pemerintah mendorong pembangunan infrastruktur, yang diharapkan mampu mendorong bergeraknya sektor swasta, masih mengalami kendala pendanaan.
. Selain harus merancang aturan formal yang memadai, kebijakan pemerintah juga harus memengaruhi tindakan para aktor ekonomi. Korupsi yang masih terus terjadi merupakan bukti, kebijakan pemerintah masih berhenti pada formalitas aturan dan belum sampai memengaruhi tindakan para aktor ekonomi. Hukuman berat bagi para koruptor, termasuk para menteri yang terlibat korupsi, akan membantu mendisiplinkan perilaku para aktor ekonomi.

Tanpa perbaikan kualitas institusi ekonomi, mustahil kemiskinan bisa ditanggulangi. Untuk menciptakan pertumbuhan ekonomi yang tinggi pemberantasan korupsi harus digalakkan. Sebagaimana dikatakan Jeffrey D Sachs, kemiskinan yang dahsyat bisa kita atasi dalam generasi kita, asal ditangani dengan cara tidak biasa. Soal korupsi, jangan berdalih untuk menghilangkankannya dibutuhkan beberapa generasi. Korupsi bisa diberantas di generasi kita asalkan menggunakan metode nonkonservatif (heterodox).

Tidak ada tawar-menawar lagi: untuk menyelesaikan kemiskinan, korupsi harus ditekan. Dengan demikian, akan tercipta kerangka kelembagaan yang memadai untuk menopang kinerja ekonomi dengan kualitas tinggi.



INDIKATOR11.12
Pendidikan

CONTOH KASUS

Kurikulum pendidikan kita rasanya cukup dinamis, saking dinamisnya setiap saat terus berubah, membingungkan anak didik maupun guru/pendidik sekalipun. Memang kurikulum seharusnya bersifat dinamis dan disesuaikan dengan kebutuhan zaman, artinya setiap waktu kurikulum seharusnya diperbaharui dan diperkaya, tetapi pergantian/perubahan dalam interval waktu yang terlalu singkat juga tidak baik, di samping membingungkan semua pihak juga tidak efisien, akan menghambur-hamburkan biaya yang seharusnya dapat dialokasikan untuk kepentingan lain yang jauh lebih membutuhkan serta terkesan menjadi proyek segelintir oknum. Disisi lain hal yang cukup memprihatinkan juga adalah masih rendahnya kesejahteraan para guru/pendidik kita, tetapi ini adalah kondisi umum pegawai negeri kita. Ironi memang, disatu sisi kita menginginkan dunia pendidikan kita maju, disisi lain nasib para guru masih terabaikan. Tidak jarang kita lihat para guru kita mencari penghasilan sampingan karena gaji sebagai guru tidak mencukupi, dengan kondisi ini mungkinkah para guru berfikir maksimal dalam menyiapkan bahan-bahan pelajaran sebagai bekal untuk diberikan kepada anak murid/siswanya.


SEBAB

Dari segi pendanaan dunia pendidikan nasional memang masih banyak kendala dengan minimnya anggaran. Kondisi ini telah menjadi topik dan isu yang diangkat dalam setiap diskusi yang berkaitan dengan masalah pendidikan. Tetapi isu ini seperti menelusuri benang kusut yang sulit dicarikan penyelesaiannya. Hal ini dapat dilihat dari kurangnya infrastruktur pendidikan yang tersedia, mulai dari ruang belajar/kelas yang jauh dari layak ataupun sarana penunjang pendidikan lainnya yang tidak memadai.


AKIBAT

pendidikan. Pada dekade 70an dunia pendidikan kita sedikit berada diatas negara tetangga kita Malaysia, hal ini dapat dilihat dari banyaknya mahasiswa Malaysia yang menuntut ilmu di perguruan tinggi negeri Indonesia, namun pemandangan yang demikian makin sulit kita lihat sekarang, justru yang terjadi adalah makin banyaknya pelajar Indonesia yang berminat melanjutkan kuliahnya di negara jiran tersebut. Begitu juga pada strata pendidikan menengah, pada dekade 70an jamak kita lihat guru-guru bidang eksakta kita diminta oleh pemerintah Malaysia untuk mengajar disana, sehingga tidak jarang guru eksakta kita di zaman tersebut dapat menikmati manisnya ringgit Malaysia.

Sudah bukan rahasia lagi bahwa banyak sekolah negeri yang membebani murid/siswanya dengan segala pungutan yang dikemas dalam bentuk partisipasi aktif orangtua dalam menunjang kelancaran penyelenggaraan pendidikan. Biasanya pihak sekolah berlindung dibalik organisasi persatuan orangtua murid/siswa yang biasa disebut “Komite Sekolah�, dalam prakteknya pungutan/bentuk partisipasi ini tidak memaksa tetapi pihak sekolah menggiring kepada situasi dan kondisi pihak orangtua mau tidak mau sulit menghindar dari pungutan tersebut.

Bagi orangtua yang berkemampuan dalam hal finansial memang apapun pungutan tidak menjadi masalah, tetapi kenyataan dimasyarakat kita dalam situasi ekonomi yang sangat sulit saat ini kalau disama ratakan hal ini tentunya akan menjadi beban yang sangat berarti bagi orangtua. Padahal dengan dikuranginya subsidi BBM yang dialihkan salah satunya adalah untuk BOS (Bantuan Operasional Sekolah) yang dikucurkan ke setiap sekolah seharusnya ini dapat dimanfaatkan semaksimal mungkin untuk penyelenggaraan pendidikan disetiap tingkatan seefektif mungkin tanpa diselewengkan.

SOLUSI

Menurut kami langkah-langkah yang harus diambil pemerintah adalah memberantas mafia pendidikan ,para koruptor walaupun dana yang dikucurkan pemerintah sudah memenuhi amanah uu yaitu 20%dari APBN tapi jika tikus tikus berdasi itu tak di berantas kami yakin dan percaya bahwa dana itu hanya hanya di nikmati oleh orang orang tak bertanggungjawab itu.jadi menurut kami dana 20% dari APBN harus tepat sasaran.